
Siapa pun tentu pernah mengalami cegukan. Walaupun terdengar sepele
cegukan sering kali membuat kita merasa terganggu. Umumnya
cegukan
terjadi dalam waktu singkat. Seperti menguap, cegukan juga merupakan
kebisaan umum yang terjadi dalam tubuh kita.
Menurut Dr. Lourdes
DelRosso, asisten profesor pediatri di Universitas Pennsylvania, cegukan
merupakan proses kontraksi singkat otot utama yang terlibat dalam
respirasi.
Cegukan atau singultus merupakan kondisi umum yang dapat dialami oleh
semua orang, mulai dari bayi hingga dewasa. Kondisi yang ditandai dengan
suara “hik” ini terjadi ketika diafragma, atau membran otot yang
memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi. Tiap
kontraksi pada organ yang juga memiliki peran penting dalam pernapasan
tersebut akan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba sehingga
menghasilkan suara khas cegukan.
Pada dasarnya, cegukan terjadi ketika diafragma kita
yang mengalami kontraksi secara tiba-tiba. Pengetatan ini akan memaksa
untuk menutup ruang antara pita suara. Lalu timbulah suara “hik”.
Biasanya
penyebab cegukan terjadi bila kita makan teralu cepat, mengunyah permen
karen, dan menyeruput minuman berkarbonasi. Hal-hal itu merupakan
aktivitas yang bisa membuat udara masuk ke tenggorokan, tempat yang
bukan semestinya.
Kita perlu berhati-hati apabila mengalami
cegukan yang berlangsung lebih dari dua hari. DelRosso mengatakan
mungkin terdapat hal yang serius yang terjadi di dalam tubuh kita.
Cegukan yang lama juga dapat terjadi pada orang yang menderita kanker
stadium lanjut.
DelRosso dan rekannya juga pernah menerbitkan
sebuah studi
tentang kasus cegukan. Studi tersebut mengenai seorang pria
dengan umur 60 tahun yang telah mengalami cegukan hampir non-stop
selama setahun penuh.
Ia menyarankan refleks cegukan yang berlangsung lama perlu mengkonsultasikan ke ahli medis.
Dengan
makan dengan santai, mengurangi konsumsi minuman berkarbonasi dan tidak
banyak mengunyah permen karet, kita dapat mencegah terjadinya cegukan.
Pengobatan cegukan
Jika cegukan bukan
disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau reaksi obat-obatan, maka
cegukan tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya tanpa harus diberi
obat. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu
menghentikan cegukan lebih cepat, meski cara-cara ini belum terbukti
secara medis.
- Lakukan posisi telungkup untuk menekan dada Anda ke lantai.
- Berbaring atau duduk sambil menarik kedua lutut hingga menyentuh dada.
- Bernapas di dalam kantung yang terbuat dari kertas.
- Mengecap cuka.
- Menelan gula pasir.
- Menggigit lemon.
- Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.
- Minum air dingin secara perlahan-lahan.