BUNCIS DAN
KHASIATNYA
Namun mungkin hanya
sedikit dari kita yang mengetahui bahwa di dalam kacang buncis terkandung
potensi khasiat untuk mengobati penyakit. Tidak tanggung-tanggung penyakit yang
dapat ditolong dengan mengonsumsi buncis ini adalah penyakit yang sangat
terkenal, yakni diabetes mellitus atau penyakit kencing manis.
Satu penelitian yang
dilakukan oleh seseorang peneliti IPB menunjukkan bahwa di dalam kacang buncis
terdapat zat B-sitosterol dan stigmasterol yang dapat meningkatkan produksi
insulin, dengan meningkatnya produksi insulin, maka kadar gula darah juga dapat
diturunkan.
Memang penelitian ini
masih diujicobakan binatang percobaan, yakni tikus. Namun ini merupakan
langkah luar biasa di mana kacang buncis yang merupakan makanan yang mudah dan
biasa ditemui serta enak dikonsumsi, memiliki potensi terapi yang luar biasa.
Yang perlu dipikirkan
adalah berapa dosis yang diperlukan jika di konsumsi oleh manusia. Selain itu
jika dimasak apakah mengurangi khasiat atau tidak. Sebagian herbalis
menganjurkan dikonsumsi mentah agar kadar zat aktifnya tidak hilang. Bahkan
juga dianjurkan untuk mengonsumsi dengan jumlah 250 gram tiap konsumsi yang
bisa diulang sehari 3 kali. Namunn anjuran – anjuran tersebut masih perlu
diteliti lagi, karena tidak semua zat dapat hilang dengan perebusan, dan
ketepatan dosis pemakaian haruslah lewat uji yang akurat.
Namun bagaimanapun, ini
tetap merupakan kabar gembira. Karena bagi penggemar buncis, mereka dapat
menikmati bahan terapi yang menyehatkan dan nikmat. Bayang – baying overdosis
juga bisa di singkirkan, karena buncis sangat aman dikonsumsi dalam jumlah
besar. Bahkan dengan mekanisme peningkatan kadar insulin yang dihasilkan, bisa
juga mengurangi resiko terjadinya hipoglikemik akibat penurunan kadar gula yang
drastic. Artinya penurunan gula yang dihasilkan oleh konsumsi buncis tidak
sampai meyebabkan penurunan kadar gula darah drastic yang sering tak
terkendali, sebagaimana biasa terjadi pada penguunaan obat-obatan antidiabetes.

No comments:
Post a Comment